[./Halaman]

Selasa, 26 Juli 2011

IGOS (Indonesia Go Open Source)

Indonesia Go Open Source disingkat IGOS adalah sebuah semangat gerakan untuk meningkatkan penggunaan dan pengembangan perangkat lunak sumber terbuka di Indonesia. Seperti yang diketahui bersama, gerakan indonesia menuju open source software secara perlahan cukup mendapatkan respon yang positif. Dapat di lihat dengan jelas upaya-upaya berbagai pihak baik dari kalangan pemerintah, Industri OSS serta komunitas OSS dengan gigih melakukan rangkaian-rangkaian sosialiasi.

Upaya pemerintah untuk mendukung gerakan OSS ini terlihat jelas yaitu dengan mengeluarkan aturan-aturan seperti INPRES No.6 Tahun 2001, tentang Pengembangan dan Pendayagunaan Telematika di Indonesia, yang merupakan salah satu kerangka kebijakan dan strategi pengembangan teknologi informasi, pemerintah akan mendorong perkembangan industri informasi content dan aplikasi, dimana pendayagunaan perangkat lunak open source perlu mendapat perhatian khusus. Diikuti deklarasi bersama pencanangan program Indonesia, Go Open Source! Oleh lima lembaga /Institusi pemerintah pada Tahun 2004.

Selanjutnya Peraturan Presiden No.7, Tahun 2005 tentang RPJMN 2004-2009, adanya : Program peningkatan penggunaan open source system ke seluruh institusi pemerintah dan lapisan masyarakat. Terbitnya Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika No. 05/SE/M.KOMINFO/10/2005. Serta adanya surat edaran MENPAN No. SE/01/M.PAN/3/2009 yang berisikan seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah sudah menggunakan software legal dan open source software dengan di tahun 2011.

Adanya aturan-aturan serta surat edaran tentang penggunaan OSS ini cukup memberikan respon yang positif setidaknya pada tahun terakhir (2009) dan setelah dilakukan rangkaian-rangkiatan kegiatan sosialiasi serta pelatihan OSS yang di motori oleh Kementerian RISTEK, KOMINFO, rekan-rekan dari kalangan swasta serta komunitas OSS, terlihat di beberapa instansi pemerintah baik di pusat maupun daerah menyatakan minat dan siap melakukan migrasi ke open source software.

Source :
http://id.wikipedia.org/
http://www.igos.or.id/

Sabtu, 23 Juli 2011

Sumber terbuka


Sumber terbuka


Sumber terbuka (Inggris: open source) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.
Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.

Konsep dan definisi

Pada intinya konsep sumber terbuka adalah membuka "kode sumber" dari sebuah perangkat lunak. Konsep ini terasa aneh pada awalnya dikarenakan kode sumber merupakan kunci dari sebuah perangkat lunak. Dengan diketahui logika yang ada di kode sumber, maka orang lain semestinya dapat membuat perangkat lunak yang sama fungsinya. Sumber terbuka hanya sebatas itu. Artinya, dia tidak harus gratis. Definisi sumber terbuka yang asli adalah seperti tertuang dalam OSD (Open Source Definition)/Definisi sumber terbuka.

Pergerakan sumber terbuka dan perangkat lunak bebas

Pergerakan perangkat lunak bebas dan sumber terbuka saat ini membagi pergerakannya dengan pandangan dan tujuan yang berbeda. Sumber terbuka adalah pengembangan secara metodelogi, perangkat lunak tidak bebas adalah solusi suboptimal. Bagi pergerakan perangkat lunak bebas, perangkat lunak tidak bebas adalah masalah sosial dan perangkat lunak bebas adalah solusi.